Konsulat Amerika Serikat di Frankfurt adalah markas rahasia Hacker CIA. Selain head office-nya di Langley, Virginia. CIA juga menggunakan konsulat AS di Frankfurt sebagai markas rahasia Hackernya yang mempunyai target operasi di wilayah Eropa, Timur tengah dan Afrika.

Hacker CIA beroperasi dari konsulat Frankfurt, Center for Cyber Intelligence Europe. Mereka mendapat paspor diplomatik, dan penyamaran. Hal ini menyulitkan upaya kontra-intelijen yang sedang dilakukan Jerman.,Dengan alasan menjadi staff technical support untuk konsulat., hacker-hacker CIA dapat melewati pertanyaan-pertanyaan imigrasi Jerman. Dua minggu sebelumnya Wikileaks mempublikasikan cara CIA melewati screening di pihak imigrasi.

Setibanya di Frankfurt, hacker CIA bisa dengan bebas melakukan perjalanan ke 25 negara di Eropa yang menjadi bagian dari “Shengen open border area” – termasuk Perancis, Italia dan Switzerland.

Sejumlah metode penyerangan elektronik yang dilakukan para hacker CIA, dirancang untuk menembus jaringan keamanan dari sistem yang tidak terhubung ke internet, seperti database catatan polisi. Agen CIA menyusup secara fisik ke lokasi target, kemudian menginfeksi jaringan dengan malware khusus yang dikembangkan CIA untuk operasi-operasi infiltrasi seperti ini. Ketika menjalankan aksinya, agen dapat terlihat seperti sedang memainkan game komputer, atau melakukan scan antivirus, namun sistem dibelakangnya sedang menginfeksi jaringan dengan leluasa.

Sumber

image: pixabay

Comments

comments