“Apa pekerjaanmu?”

Ketika seseorang menanyakan ini kepadamu, barangkali otomatis kamu akan memberi jawaban seperti biasanya. Akan tetapi, pernahkah kamu bertemu seseorang yang benar-benar tersinggung karena pertanyaan sederhana seperti ini?

“Apa pekerjaanku? Siapa yang peduli, tidakkah kamu mau mengenal aku?”

Bagi mereka, pekerjaan dan identitas terdengar ganjil.

Secara alami terciptalah batasan antara pekerjaan dan kesenangan. Batasan ini berakar mendalam sejak pertengahan tahun 1800an, sebagai akibat dari Revolusi Industri. Selama periode ini, tangan manusia tergantikan oleh mesin-mesin untuk menghasilkan lebih banyak, dengan jumlah lebih sedikit.

 

Kuantitas di atas kualitas, kecepatan di atas ketepatan, dan angka di atas manusia.

 

Dalam proses dehumanisasi (penurunan manusia), wabah yang disebut Hilangnya Semangat menyebar cepat. Kamu pun telah terkena wabah ini, tetapi jangan khawatir, wabah ini tidak menular walaupun gejala ringan dapat muncul setelah beberapa waktu tertentu.

 

Kamu juga mungkin mengenal wabah Hilangnya Semangat dengan “nama jalanannya”: Sikap Tidak Peduli. Pergilah ke bank manapun dan ada kemungkinan besar bahwa dua dari empat kasir yang bekerja menderita wabah Hilangnya Semangat ini. Satu-satunya alasan mengapa mereka berdua masih berada di sana adalah karena mereka masih mempunyai tagihan untuk dibayar, dan ini adalah motivasi yang sungguh tidak dapat diandalkan.

 

Mereka akan pulang tepat jam 5:00 petang, menggunakan penuh waktu makan siang mereka, dan tidak pernah mau berbicara tentang pekerjaan mereka di luar lingkungan kerja. Mereka akan memberikanmu informasi sesedikit mungkin ketika menjawab pertanyaan dan menghabiskan waktu dua kali lebih banyak untuk menyelesaikan tugas. Kamu akan mengenali mereka dari raut muka mereka yang menjemukan, yang adalah cerminan langsung dari sikap apatis mereka. Mereka hanya betul-betul tidak peduli.

 

Mereka adalah zombi. Mereka tidak terlibat penuh dengan apa yang mereka kerjakan dan ini menjadi masalah karena rendahnya semangat menghasilkan kualitas yang buruk. Masyarakat yang terserang wabah Hilangnya Semangat tidak dapat maju karena adanya efek melumpuhkan dari kualitas kerja mereka.

 

Ketika kamu memaksa orang bekerja hanya demi membayar tagihan, kamu memelihara masyarakat yang cacat.

Swiss telah menjadi bahan diskusi tentang bagaimana mereka menggunakan sistem yang berbeda untuk meningkatkan semangat bekerja: masyarakat dengan penghasilan dasar. “Setiap bulan, setiap warga negara Swiss akan menerima cek dari pemerintah, tidak peduli kaya atau miskin, rajin atau malas, tua atau muda.” Peraturan penghasilan dasar ini berarti masyarakat tidak lagi dipaksa untuk bekerja “hanya untuk membayar tagihan”—mereka kemudian dapat mengejar keinginan mereka tanpa intimidasi untuk membayar tagihan dan hutang.

 

Jika kita tidak mengikuti panggilan jiwa yang memotivasi kita untuk memberikan hasil yang berkualitas, kita akan terus hidup dalam dunia yang biasa-biasa saja. Tentu kamu mungkin berpikir bahwa kita hidup di dunia yang luar biasa tetapi cacat, tidak ada yang lain kecuali biasa-biasa saja. Dan ini mungkin benar pada tingkatan yang dangkal, tetapi apabila ditinjau secara emosional, kita hidup sebagai zombi yang dimuliakan di dunia yang tak memuaskan, di mana kepuasan diri adalah mimpi, bukan tujuan.

 

Swiss membawa penghiburan dengan gerakan berani yang dapat melahirkan generasi baru, generasi yang maju dalam semangat. Bayangkan sebuah masyarakat di mana semua orang mempunyai kesempatan untuk mengejar keinginan terdalamnya – berpikirlah tentang semua talenta tersembunyi yang akan bersinar. Ini mungkin dapat menjadi sistem untuk membangun sebuah masyarakat yang produktif dan luar biasa. Tidak ada lagi pelayanan yang buruk. Bukankah ini waktunya bagi kita untuk kembali menyenangi pekerjaan yang kita lakukan? Bukankah berulang kali kita telah diberitahu bahwa hidup terlalu singkat untuk dihabiskan dengan mengerjakan hal-hal yang tidak kita sukai? Jangan paksa dirimu untuk mencintai pekerjaanmu, tetapi temukanlah pekerjaan yang kamu cintai.

 

Kebahagiaan adalah mempunyai “sedikit mungkin pemisah antara bekerja dan bermain.” Seharusnya keduanya dapat saling menggantikan.

Artikel oleh: Tina Schomburg

Sumber: http://www.collective-evolution.com/2014/07/15/why-you-must-find-a-job-you-love/

Comments

comments