Teori bahwa kita merencanakan hidup kita bukanlah sesuatu yang pernah saya dengar sebelum 2011. Sampai saat itu, saya bahkan tidak bisa membayangkan hal semacam ini. Bahkan setelah mendengarnya sekitar 3 tahun yang lalu, saya memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa menerima konsep ini pada pola pikir saya. Saya bahkan menyadari konsep ini bukan melalui penelitian panjang mengenai kehidupan setelah kematian atau reinkarnasi. Ia datang kepada saya melalui sebuah penglihatan. Sebelum penglihatan ini, saya percaya pada reinkarnasi. Konsep reinkarnasi selalu membuat saya terpesona dan saya merasa sangat yakin bahwa saya mempunyai kehidupan-kehidupan sebelumnya; saya hanya tidak tahu apa maksud dari kehidupan-kehidupan tersebut. Setelah tiga tahun bergiat dalam penelitian dan mendengarkan kisah dari banyak orang dari segala latar belakang dan kepercayaan berbeda di seluruh dunia, saya tahu ini adalah sesuatu yang perlu disebarluaskan dan didiskusikan.

Siklus Reinkarnasi & Rencana Pra-Kelahiran

“Banyak orang merasa reinkarnasi tidak nyata karena mereka tidak mengingat kehidupan lampau mereka, dan jawaban saya kepada dunia adalah ya, kita sebenarnya ingat. Kita tidak ingat secara terperinci, tetapi kita mempunyai  petunjuk kunci tertentu tentang siapa kita sebenarnya. Jenis musik yang kita suka, orang-orang yang paling kita senangi, jenis makanan yang kita suka, pakaian yang kita kenakan, beberapa kejadian bersejarah yang berkaitan dengan kita. Ini adalah tanda bahwa kita pernah ada sebelumnya dan bahwa inkarnasi kita saat ini atau kehidupan kita saat ini adalah perpaduan dari seluruh buah dari kehidupan kita sebelumnya.”

Carey Williams – salah satu penulis: Reincarnation: A New Horizon (Ancient Mysteries – Reincarnation Documentary Hosted by Leonard Nimoy).

Berdasarkan penelitian dari semua sumber yang telah saya pelajari, siklus dari hidup menuju kematian menuju kelahiran kembali mempunyai pola yang seragam, dan perlu saya beritahu, jumlahnya banyak. Semua dimulai dari Rencana Pra-Kelahiran. Kamu merancang rencana ini bersama sebuah dewan. Beberapa orang menyebut dewan ini sebagai para tetua atau para bijak. Boleh dikatakan, mereka adalah makhluk yang sangat tua dan mengerti segalanya sehingga merekalah yang berbicara. Kamu bertemu dengan mereka bersama para pelindungmu. Kamu mendiskusikan kehidupanmu berikutnya dan diberikan beberapa pilihan kehidupan yang akan menjadi inkarnasimu di periode waktu selanjutnya. Sebagai contoh: Saya diberikan pilihan untuk menjadi seniman atau seorang Samurai di Jepang. Kamu memilih semuanya, termasuk orangtuamu. Sesudah pilihan-pilihan ini diberikan dan kamu telah memilihnya, pekerjaan berat untuk merencakan semua hal yang hendak kamu alami di kehidupan selanjutnya pun dimulai. Pengalaman bukanlah satu-satunya hal yang kita cari; kita mempunyai tujuan untuk bertemu dan mengatasi tantangan. Beberapa ingin belajar untuk sabar atau mengatasi perasaan iri hati.

Banyak orang memperdebatkan teori ini, tetapi kamu juga memilih untuk membersihkan karma. Bagi saya, secara sederhana membersihkan karma artinya menciptakan keseimbangan. Ada juga hal-hal lainnya seperti penyembuhan, mempertentangkan dan memperbaiki keyakinan yang salah. Ketika rencana kehidupan ini sedang diciptakan, para pelindung kita ada di sana bersama kita untuk menciptakan apa yang disebut sebagai diagram oleh Robert Schwartz. Diagram adalah rencana itu, tetapi dengan kehendak bebas yang dimasukkan ke dalamnya. Ia menjelaskan mengenai diagram ini dengan sangat terperinci pada wawancara yang ia lakukan dengan Afterlife TV yang dapat kamu lihat situsnya di sini. Para pelindung juga menciptakan keterhubungan dalam kehidupan kita untuk memancing beberapa hal atau kejadian, dan menuntun kita pada jalan terbaik agar kita dapat mencapai tujuan-tujuan kita. Setelah rencana ini siap, kita dilahirkan dan lupa mengenai rencana ini dan siapa diri kita sebenarnya.

Comments

comments

Pages: Page 1, Page 2, Page 3, Page 4