Apakah Kehidupan Sebelumnya Relevan Terhadap Kehidupan Saat Ini?

Pada beberapa peristiwa, diperlukan adanya penyembuhan dari hal-hal yang terjadi pada kehidupan sebelumnya. Lain daripada itu, keinginan untuk mengetahui kehidupan masa lalu hanya karena rasa penasaran barangkali bukanlah sebuah ide yang baik karena berbagai alasan.

“Meher Baba memberitahukan dengan sangat, sangat jelas dan saya khawatir bagi beberapa orang, berita ini secara menakutkan menjadi terlalu jelas. Ada dinding di antara kesadaran mengenai kehidupan saat ini dan kehidupan sebelumnya yang tersimpan dalam catatan. Dan dia mengatakan bahwa ini sebenarnya terjadi karena alasan yang baik, karena keberagaman dan kekuatan dari catatan berbagai kehidupan lampau ini sangatlah bervariasi, sangat kompleks dan pada beberapa kasus, berseberangan. Kehidupan saat ini ada di sini dan kehidupan sebelumnya ada di sana, dan apabila tiba-tiba kita menabrak dinding perlindungan ini dan kita melihat berbagai hal, ia mengatakan bahwa ini dapat atau akan—apabila orang tersebut belum pernah melakukannya—menjadi salah satu hal yang paling menyedihkan yang dapat terjadi pada orang tersebut.

 

Dan bagi keadaan emosi seorang manusia biasa, orang tersebut tidaklah cukup kuat untuk bisa menerima, mengatasi, dan mencerna apa yang telah dia alami. Jadi, secara sederhana Baba menyampaikan untuk tidak turut campur terlalu banyak pada dinding pelindung ini. Dia terutama berbicara pada orang-orang yang hanya karena penasaran lalu ingin melihat kehidupan masa lampaunya.”

– Don E. Stevens – Murid dari Meher Baba (In Another Life: Reincarnation in America Documentary)

Mengetahui kehidupan lampaumu dapat secara serius menyulitkanmu secara mental ataupun emosional. Saya mengetahuinya karena saya telah mengingat banyak dari inkarnasi-inkarnasi saya sebelumnya dan bertanya mengenai mereka dalam tafsiran yang saya lakukan bersama perantara yang saya kenal dan kasihi. Walaupun secara personal saya merasa ini begitu mempesona dan saya melihatnya tanpa penghakiman; tidak semua orang mungkin dapat menerima pengetahuan mengenai semua peran yang pernah mereka mainkan di Bumi.

 

Memainkan Peran

Kita datang di tiap inkarnasi untuk memainkan peran. Peran ini dipilih dengan bantuan para pelindung dan dewan sebelum kita lahir. Kita bergiliran memainkan peran-peran yang berbeda. Di satu kehidupan kamu akan memilih untuk dibunuh dan di kehidupan lainnya kamu akan bersukarela untuk menjadi pembunuhnya. Daftar dari pergantian peran ini sangat luas dan kompleks. Informasi ini sangat sulit diterima bagi beberapa orang. Perlu waktu bagi saya untuk betul-betul memproses semuanya, tetapi pada akhirnya, semuanya masuk akal. Ada satu bagian di film Kung Fu Panda yang selalu saya pikirkan ketika saya berpikir mengenai kebaikan melawan kejahatan. Master Shifu berlari ke Master Oogway dan berkata kepadanya bahwa ada berita yang sangat buruk. Master Oogway tersenyum dan berkata, “Hanya ada berita. Tidak baik ataupun buruk.” Dari apa yang telah saya temukan melalui penelitian dan apa yang saya sungguh-sungguh percaya di dalam hati, sesungguhnya keburukan hanyalah ilusi.

Keduanya, negatif dan positif, adalah bahan gagasan. Keburukan adalah pemicu (pertumbuhan jiwa) yang evolusioner. Kita datang ke Bumi untuk banyak alasan, tetapi yang terbesar adalah pertumbuhan jiwa. Di sebelah sana, pertumbuhan jiwa berjalan sangat lambat karena di sanalah surga. Juga karena di sini kita dapat melupakan siapa kita, kita dapat belajar berbagai hal secara mendalam dan bahkan mengembangkannya. Misalnya saja, kamu ingin memahami cinta. Cara apa yang lebih baik untuk memahami cinta daripada kehilangan atau terpisah darinya, tanpa menyadari bahwa seluruh keberadaan kita sebenarnya adalah cinta. Setelah saya mendengar teori bahwa kita sedang bermain peran, saya tidak lagi membenci satu orang pun di planet ini dan saya tidak lagi takut pada apapun. Karena kita hidup di dunia yang penuh dualitas, harus ada yang disebut “negatif”. Keburukan adalah apa yang menjadikan dunia ini. Apabila tidak ada yang jahat, semua ini tidaklah memungkinkan. Dalam tiap diri seorang penjahat (penindas, penyiksa, dsb.), jiwa yang indah hidup dalam pengalaman manusia, yang semuanya direncanakan demi tujuan pertumbuhan jiwa.

Comments

comments

Pages: Page 1, Page 2, Page 3, Page 4