Ada pepatah mengatakan ‘Beauty is indeed in the eye of the beholder’, kecantikan tergantung dari mata yang melihat. Artinya, istilah cantik sungguhlah subjektif bagi masing-masing orang.

Namun akhir-akhir ini dengan perkembangan industri dan media yang begitu masif, ia berhasil membentuk standar kecantikan-nya sendiri dan menjadi standar kecantikan yang diamini kebanyakan wanita. Mereka mulai merasa bahwa dirinya ‘jelek’ atau kurang percaya diri bila tidak dapat mengikuti tren kecantikan yang sedang ‘in’.

Jika esok, wanita bangun dan tersadar bahwa mereka mencintai tubuhnya apa adanya, bayangkan berapa banyak industri yang bangkrut – anonimus

Jika kita mulai melihat orang lain dari hatinya dan bukan dari penampilan fisiknya, hidup akan menjadi lebih jelas – anonimus

Dari kedua kutipan diatas, tidak bisa disangkal juga, bahwa disisi lain penerimaan publik akan wanita cenderung berdasarkan penampilan fisik.

Video dibawah ini akan menunjukkan betapa pandangan manusia akan kecantikan seorang wanita itu tidak melulu sama. Bahkan dari 3000 tahun yang lalu, hingga hari ini, ada banyak pandangan mengenai kecantikan yang ideal. Membuatmu bertanya, apakah cantik itu benar-benar melulu keindahan fisik? bagaimana menurutmu?

Inspirasi

Comments

comments