Karir Dolores Cannon telah berlangsung lebih dari 4 dekade, di mana selama itu ia telah bekerja dengan ribuan klien dalam sesi regresi kehidupan lampau. Dengan lebih dari 17 buku yang telah terbit mengenai topik ini, Dolores Cannon dapat dengan mudah dianggap sebagai salah satu profesional yang paling dicari di dunia di bidang ini. Pokok pembahasan yang paling populer dalam bukunya termasuk: kehidupan lampau, makhluk luar angkasa, kehidupan di planet lain, energi penyembuhan,  tokoh terkemuka dalam sejarah seperti Nostradamus dan Yesus, penculikan, dan masih banyak lainnya. Tiap bukunya mempunyai kecenderungan untuk “memelintir pikiran pembaca seperti pretzel,” Dolores menjelaskan.

Salah satu buku terakhirnya, berjudul The Three Waves of Volunteers (Tiga Gelombang Relawan) dan The New Earth (Bumi Baru), adalah contoh bagaimana sesi regresi hipnoterapi menceritakan pandangan ‘di belakang layar’ mengenai perubahan paradigma Bumi. Selama sesi-sesi ini, Dolores menghipnotis para kliennya dan membawa mereka pada kondisi gelombang otak ‘superconscious (kesadaran tertinggi)’, salah satu kondisi trance (tak sadar diri) terdalam yang dapat dialami seseorang. Dolores menjelaskan tentang tekniknya pada wawancara dengan The Edge:

“Saya mengembangkan teknik saya sekian lama ini. Ini tidak seperti teknik hipnosis lain di luar sana. Kita dapat memanggil apa yang saya sebut kekuatan terbesar yang pernah ada, dan ini adalah sumber dari segala pengetahuan. Saya menemukan suatu cara agar ia dapat datang melalui setiap orang yang menjadi klien saya, dan saya telah bekerja dengan ribuan orang.”

Hasil dari tekniknya menakjubkan. Selama bertahun-tahun Dolores mulai memperhatikan korelasi di antara sesi para kliennya, korelasi yang menjembatani perjalanan jiwa yang berinkarnasi di planet pada saat ini.

“Ketika kamu melihati ribuan dan ribuan klien, seperti yang saya lakukan sebagai terapis dan konselor, saya mulai melihat benang merah yang terjadi pada banyak kasus. Sebelumnya, biasanya semua orang akan kembali ke kehidupan lampau  dan saya akan menemukan beberapa jawaban di sana, dan kemudian saya akan menjelajahi sumber dari segala pengetahuan untuk menjawab semua pertanyaan dan melakukan penyembuhan. Hanya sekitar lima tahun belakangan ini, saya mulai melihat para klien yang sama sekali tidak kembali ke masa kehidupan lampau di Bumi. saya mulai menemukan bahwa mereka belum pernah berada di Bumi sebelumnya dan mereka datang langsung dari Tuhan, dari Sumber, dari planet lain, dimensi lain, di mana mereka adalah makhluk cahaya. Itulah benang merah yang saya terus temukan, dan itulah mengapa teori tiga gelombang relawan muncul.”

Teori Dolores mengemukakan bahwa sekelompok jiwa melakukan perjalanan dari planet dan dimensi lain untuk membantu Bumi pada saat ini. Banyak dari jiwa-jiwa ini, yang mempunyai vibrasi lebih tinggi dari para penduduk Bumi, berinkarnasi di planet ini untuk yang pertama kalinya. Ia menegaskan bahwa jiwa-jiwa yang telah menghabiskan banyak kehidupan bereinkarnasi di Bumi terjebak dalam siklus karma, mengulangi pola kesalahan dan pelajaran yang sama yang dapat menyebabkan kehancuran planet. Jadi, selalu ada panggilan bagi jiwa-jiwa yang lebih murni datang ke Bumi untuk menjernihkan dan meningkatkan vibrasi planet ini.

newearth3

Tetapi di dalam tubuh manusia, orang-orang tidak mempunyai ingatan mengapa mereka datang. “Mereka datang dan mengalami amnesia, kehilangan ingatan mengapa mereka ada di sini. Tetapi kelompok ini mempunyai energi yang harus diproyeksikan. Inilah energi cinta kasih yang akan mengubah pola pikir Bumi ini. Semua ini akan mengubah sejarah, dengan kehadiran mereka di sini.”

Sepanjang perjalanan para kliennya, Dolores menemukan bahwa Bumi adalah salah satu planet yang paling padat di seluruh Alam Semesta. Jiwa yang berinkarnasi di sini dianggap berani karena hidup di Bumi adalah pengalaman yang sangat menantang, terutama jika jiwa-jiwa ini datang dari alam yang lebih tinggi atau planet dengan vibrasi lebih tinggi. Meskipun demikian, semua kliennya mempunyai jawaban yang sama ketika ditanya mengenai alasan kedatangan mereka ke Bumi, mereka hanya “mendengarkan panggilan.”

Bumi sedang mengalami transformasi penting, sesuatu keadaan yang menurut klien Dolores tidak pernah terjadi sebelumnya. Untuk pertama kalinya, keseluruhan planet sedang mengubah vibrasinya ke frekuensi dimensional yang baru. Banyak jiwa atau kelompok jiwa telah mengalami perubahan ini di masa lalu, (mis.: suku Maya) tetapi tidak pernah ada keseluruhan planet berubah sekaligus di saat bersamaan. Karenanya, jelas Dolores, seluruh Alam Semesta duduk di kursi paling depan untuk melihat pertunjukkan paling luar biasa yang pernah mereka lihat. Akan tetapi, bantuan memang dibutuhkan, karena  manusia telah mengotori planet ini dengan vibrasi yang begitu berat sehingga kelangsungan hidup planet secara keseluruhan terancam. Dolores mengungkapkan bahwa jika planet meledakkan dirinya sendiri, itu akan memancar ke seluruh Alam Semesta, mempengaruhi dan mengganggu seluruh makhluk. Karenanya, panggilan untuk membantu dilakukan, dan para jiwa dengan segera datang untuk membantu.

Dalam The Three Waves of Volunteers dan The New Earth, Dolores menjelaskan tentang tiga kelas berbeda dari para jiwa yang berinkarnasi di Bumi:

Gelombang Pertama: Sekarang berada di akhir 40an sampai awal 60an, para relawan ini terganggu dengan kejahatan, kemarahan dan kebencian yang mereka alami di Bumi. Mereka mengalami masa yang paling sulit menyesuaikan hidup sebagai manusia, dan banyak dari mereka mencoba bunuh diri.

Gelombang Kedua: Sekarang berada di akhir 20an dan 30an, para relawan ini lebih nyaman dalam tubuh mereka dan disebut sebagai lentera atau saluran energi yang dapat mempengaruhi orang lain hanya dengan berada di dekat mereka. Misi mereka untuk berbagi energi dengan yang lain berarti mereka tidak harus melakukan apa-apa kecuali dengan kehadiran mereka itu sendiri.

Gelombang Ketiga: Anak-anak baru, banyak dari mereka kini telah menjadi remaja, mempunyai seluruh pengetahuan yang diperlukan untuk berada di planet ini setelah perubahan dimensi dan transformasi yang terjadi. DNA mereka lebih maju, dan tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah disalahmengertikan oleh manusia dan dianggap memiliki kondisi ADHD yang harus diobati.

Yang menarik, melalui banyak sesi kliennya Dolores juga menuliskan banyak tentang peradaban Atlantis yang telah hilang. Ia menemukan bahwa, seperti Atlantis, telah ada banyak peradaban yang telah dihancurkan di masa lalu.

“Setiap kali manusia tiba di titik ketika mereka menggunakan energi dengan cara yang salah dan tidak dapat mengendalikannya, mereka harus dihentikan. Dan setiap kali, semua hal harus disetel ulang di planet ini. Peradaban akan kembali ke tahap primitif dan mulai dari awal lagi. Inilah mengapa mereka tidak menginginkan ini terjadi kali ini. Mereka tidak mau memulai kembali dari awal dengan planet ini dan memulai kehidupan manusia sekali lagi.

 

Dalam sebuah sesi hipnoterapi, seorang wanita kembali ke Atlantis dan memberitahu saya alasan utama mengapa Atlantis dihancurkan. Saya diberitahu bahwa ada ilmuwan di masa Atlantis itu. Ada beberapa orang yang bermain-main dengan apa yang mereka sebut Dark Matter (Materi Gelap). Saya diberitahu bahwa para ilmuwan saat ini melakukan hal yang sama ketika mereka bermain-main dengan apa yang kita sebut Anti-Matter (Anti Materi). Mereka mengatakan kita harus mengetahuinya, karena sekarang para ilmuwan ini melakukan hal yang sama.

 

Large Hadron Collider yang melakukan penelitian di Swiss adalah hal yang sama itu. Mereka bermain-main dengan Anti-Matter. Para ilmuwan yang kini sedang melakukan tindakan bodoh dengan percobaan Collider tidak tahu apa yang sebenarnya mereka lakukan, dan ini sangat berbahaya.

 

Apabila percobaan-percobaan itu dilanjutkan saat di Atlantis, ia akan menghancurkan jaringan planet, menyebabkan ledakan di Bumi, dan akan memancar sampai titik di mana ia akan menghancurkan jaringan dari seluruh Alam Semesta. Namun mereka menghentikannya sebelum mereka mencapai titik itu, tetapi kehancuran terjadi.”

Ketika ditanya tentang kritik orang-orang terhadap karyanya, Dolores mengatakan ia menemukan kejenakaan dalam komentar yang mengatakan bahwa ia adalah ‘penulis fiksi ilmiah hebat’.

“Tidak mungkin saya mengarangnya. Saya mempunyai [17] buku, dan semuanya berasal dari kasus-kasus yang telah saya tangani dengan orang-orang biasa yang bisa temui sehari-hari. Saya tidak mengenal orang-orang ini sampai mereka tiba di pintu kantor saya, dari berbagai jalan kehidupan yang ada: CEO/ pimpinan perusahaan, profesor universitas, pendeta, cenayang, dan banyak orang biasa. Saya belum pernah menemukan orang yang belum mempunyai kehidupan lampau. Ketika saya mulai menulis seri The Convoluted Universe, saya bertanya-tanya adakah orang yang dapat memahaminya, karena saya mengatakan buku ini adalah untuk mereka yang ingin pikirannya dipelintir seperti pretzel. Ketika membacanya mereka berkata, ‘Saya tahu ini dan saya tidak tahu bagaimana saya mengetahuinya, tetapi saya tahu dan saya tahu bahwa ini benar’.”

Di bagian terakhir wawancaranya dengan The Edge, Dolores ditanya apakah ada pemikiran final yang ia ingin tinggalkan di benak orang-orang mengenai perubahan kesadaran ini.

Kita bergerak ke frekuensi yang baru, dimensi baru di mana akan ada Bumi Baru, dan bumi ini sangatlah indah. Mereka telah menjelaskannya di buku—warna-warna yang indah, bahwa semuanya adalah cinta yang mutlak (total love).

 

Kita berpindah dari keburukan Bumi Lama, dan akan ada perubahan total, melampaui keyakinan, dan kita sedang menuju ke sana sekarang. Bumi Baru adalah tempatnya. Alkitab dalam Kitab Wahyu berbicara tentang Surga Baru dan Bumi Baru. Ini sama dengan apa yang kita alami saat ini. Hanya saja Santo Yohanes, ketika ia mendapatkan penglihatan di Pulau Pathos, tidak menyadari bahwa kejadian ini akan berlangsung 2000 tahun lagi sebelum pada akhirnya terjadi.

 

Hal terpenting adalah kita hidup di masa yang paling penting dalam sejarah Alam Semesta, dan sangatlah penting untuk berada di sini saat ini. Ada ribuan jiwa yang ingin berada di sini untuk mengalaminya—bahkan jika mereka hanya ada di sini untuk beberapa jam sekalipun. Mereka bahkan mengatakan apabila mereka lahir dan langsung meninggal, mereka dapat berkata, “Saya ada di sana ketika ini terjadi.” Demikianlah pentingnya kejadian ini bagi keseluruhan Alam Semesta. Jadi, kamu hidup di masa yang sangat luar biasa yang tidak dapat terulang kembali.”

Untuk bacaan menarik, lihat buku Dolores yang berjudul The Three Waves of Volunteers dan seri Convoluted Universe.

Referensi:

1.)    Cannon, Dolores. The Three Waves of Volunteers and The New Earth. Ozark Mountain Publishing, Inc. (Sept. 15 2011)

2.)    Cannon, Dolores. The Convoluted Universe: Book Four. Ozark Mountain Publishing, Inc. (Nov. 7 2011)

3.)    http://www.edgemagazine.net/2011/08/the-three-waves-of-volunteers-part-one-with-dolores-cannon/

4.)    http://www.edgemagazine.net/2011/08/the-three-waves-of-volunteers-part-two-with-dolores-cannon/

Article oleh: Jeff Roberts

Sumber: http://www.collective-evolution.com/2014/02/19/we-are-living-in-the-most-important-time-in-the-history-of-the-universe-dolores-cannon-discusses-our-current-paradigm/

Image credit: www.theeventchronicle.com

Comments

comments