• Ke Mana Evolusi Membawa Kita?

    Saya melihat adanya perbedaan besar antara digunakannya sebuah kata untuk sekadar penamaan (pemberian label), dan benar-benar memahaminya. Saya dapat menamakan obyek yang ada di hadapan saya di atas meja ini, tetapi ada banyak hal yang belum bisa saya pahami tentangnya. Ruang di mana hal seperti ini kerap terjadi adalah saat kita menjelaskan fenomena ilmiah. Misalnya saja evolusi – kita mempunyai teori-teori yang wah tentang bagaimana ia berlangsung pada tingkatan molekuler, tetapi apakah ini berarti kita telah benar-benar memahami tujuannya? Atau bahkan tahu bagaimana cara ia bekerja?

     Ketika kamu tidak menutupi dunia dengan kata-kata dan penamaan, sebuah perasaan yang ajaib muncul kembali.” –Eckhart Tolle

    Kita menggambar lukisan tentang evolusi di sekolah, yang beberapa dari kita rasakan sebagai angin segar setelah mendengarkan kisah Adam dan Hawa. Akan tetapi, setidaknya bagi saya, ini masih tidak bisa menjelaskan pertanyaan mengapa. Mengapa kita ada di sini? Mengapa kita ber-evolusi? Pada dasarnya, kita diajari bahwa setiap spesies berada pada perjalanan kecilnya masing-masing untuk bertahan dan mewariskan DNA. Seperti itulah! Kamu berada di sini untuk melakukan hubungan seks sebelum kamu meninggal! Saya teringat akan sebuah paradigma ekonomi kuno yang mengajarkan bahwa tujuan kita adalah untuk mendapatkan uang agar dapat mengkonsumsi produk… Ini masuk akal dalam konteks sebuah disiplin ilmu yang sempit, tapi tidak sesuai bagi konteks kehidupan kita. Kepada semua akademia, mungkinkah bahwa kita masih belum menemukan suatu jawaban yang jauh lebih mendasar dan penting?

    Pertama, telah dipahami secara lebih luas bahwa perjalanan evolusi kita tidak hanya mencakup spesies manusia. Kita sepenuhnya bergantung pada tumbuhan, binatang, dan jejamuran untuk memberi makan kita, bergantung pada bakteri untuk membantu kita mencerna makanan, bergantung pada Bumi untuk menyediakan air dan tempat tinggal bagi kita, dan bergantung pada Matahari untuk menghangatkan kita. Pada kenyataannya, seseorang dapat selamanya menuliskan daftar spesies lain yang daripadanya kelangsungan hidup kita (apalagi pertumbuhan kita) sangat bergantung.

  • Pembunuhan Massal yang Mendunia Terjadi Tepat di bawah Hidungmu

    Pertama saya akan mengatakan bahwa ini adalah pembahasan yang sangat menyentuh bagi saya, tetapi informasi ini begitu penting dan seringkali terabaikan. Saya percaya bahwa orang-orang harus diberi kesempatan untuk tahu kebenaran yang terjadi di balik pintu-pintu yang tertutup. Jutaan pembunuhan sedang terjadi di seluruh penjuru dunia tiap harinya, dan kebanyakan orang sama sekali tidak tahu fakta ini, dan seperti inilah memang ia dirancang. Karena apabila orang-orang tahu apa yang sebetulnya terjadi, industri ini tidak akan lagi berjalan karena orang-orang tidak akan berkontribusi dan mendukung tindakan kejam yang tidak manusiawi ini. Saya berbicara mengenai produksi massal dan konsumsi hewan-hewan yang berasal dari pabrik peternakan.

    Secara personal, saya selalu mempunyai hubungan yang dalam dengan para binatang. Suatu hari saya menyadari bahwa daging/ ikan/ ayam atau apapun yang ada di atas piring saya adalah sebongkah bangkai, bangkai binatang yang membusuk. Seakan ada sinar yang muncul di kepala sehingga saya dapat melihat apa yang sesungguhnya saya makan. Saya melihat daging seperti ia apa adanya. Ketika saya mulai meneliti produksi hewan dan pabrik peternakan saya mulai tahu bahwa semuanya terjadi tepat di bawah hidung saya. Saya heran bagaimana mungkin selama ini saya begitu acuh terhadap tindakan kejam yang terjadi ribuan kalinya tiap harinya? Kebanyakan orang tidak berpikir dua kali tentang bagaimana sebenarnya sebungkus daging asap yang terbalut cantik bisa sampai ke rak pusat perbelanjaan. Mengapa kita merasa bahwa tidak apa-apa untuk memakan sapi, babi atau ayam, tetapi tidak akan berpikir untuk memakan anjing atau hamster kita? Pernahkah kamu menyadari bahwa kita tidak menamakan daging yang kita makan dengan nama aslinya? Daging sapi disebut sebagai beef (daging sapi), steak, hamburger, dan lain-lain. Daging babi disebut sebagai bacon (daging babi asap), pork (daging babi), roast (daging panggang). Kamu tidak melihat seekor sapi berjalan-jalan dan berkata “Hey! Lihat beef (daging sapi) itu!” Setidaknya tidaklah sering, jadi mengapa ada pemisahan di sini? Mungkinkah secara bawah sadar kenyataan ini mengganggu bagi kita? Seakan memutuskan hubungan antara binatang mati dan sesuatu yang kita makan.

     

    “Lebih tak berdaya korbannya, lebih besar kejahatannya.” –Dr. Gerald Curtler

     

    Di banyak pabrik peternakan, laju pergantian karyawan mencapai 100% per tahunnya! Ini menunjukkan bahwa para pekerja tidak dapat menangani tekanan fisik dan mental dalam pekerjaan ini. Bukanlah sifat alami manusia untuk membunuh para hewan yang sama sekali tak berdaya. Ya, ketika berbicara mengenai berburu, atau bahkan binatang di alam bebas, itu berbeda. Setidaknya para binatang tersebut mempunyai kesempatan untuk bertahan hidup dan biasanya yang lemah—tua atau muda, yang terbunuh.

     

    “Hal yang terburuk, lebih muruk dari bahaya fisik, adalah kondisi emosi… Babi yang berada di lantai penyembelihan bergerak mendekat dan menyundul saya seperti seekor anak anjing. Dua menit kemudian saya harus membunuh mereka—memukul mereka sampai mati dengan sebuah pipa. Saya tidak dapat mempunyai rasa peduli.”-Mantan Manajer Lantai Pembantaian

    Informasi di bawah ini langsung diambil dari situs PETA (People for the Ethical Treatment of Animals/ Gerakan Kemanusiaan untuk Perlakuan Etis terhadap Binantang). Informasi ini berisikan 3 binatang yang paling banyak diternak dalam pabrik, diproduksi massal, dan dibantai dalam skala besar (sapi, babi, ayam), dan apa yang sebenarnya  terjadi pada ketiga binatang tersebut, dari mereka lahir sampai mati.

     

    sapi-australiaSAPI Dari PETA ‘Cows Used For Food’

    Di Amerika Serikat, lebih dari 42 juta sapi menderita dan mati untuk daging dan industri susu tiap tahunnya. Saat mereka masih sangat muda, banyak sapi disundut dengan besi panas (diberi stempel), tanduk mereka dipotong atau dibakar, dan testikel dari sapi jantan dicabik dari kantung kemaluannya (dikebiri)—semua tanpa obat penahan sakit. Ketika mereka sudah cukup besar, mereka dikirim ke tempat pemberian makan yang kotor dan luas di mana mereka diberikan berbagai asupan untuk digemukkan sebelum disembelih. Banyak sapi betina dikirim ke peternakan susu, di mana mereka akan secara berulang dibuat hamil dan dipisahkan dari anak-anaknya sampai badan mereka tak lagi berdaya dan siap untuk disembelih.

    Seperti semua binatang, sapi mempunyai ikatan keibuan yang kuat dengan anak-anaknya, dapat terdengar tangisan ibu sapi yang penuh ketakutan memanggil anak-anaknya beberapa hari setelah mereka dipisahkan.

    Sapi adalah raksasa yang lembut—ukuran mereka besar tapi sifatnya manis. Mereka penuh rasa ingin tahu, hewan pintar yang diketahui dapat pergi dari tempat pembantaian hewan dengan jarak yang sangat jauh untuk melarikan diri. Binatang yang suka bergaul ini lebih suka menghabiskan waktu mereka bersama-sama, dan mereka membentuk sebuah hubungan yang kompleks, persis seperti anjing yang juga suka berkelompok.

    Ternak ditransportasikan ratusan mil dalam segala cuaca ekstrim, biasanya tanpa makanan dan minuman, menuju tempat penyembelihan. Banyak sapi yang mati dalam perjalanan mereka, tetapi mereka yang bertahan ditembak mati dengan senapan captive-bolt, digantung dengan satu kaki, dan dibawa ke lantai pembantaian di mana leher mereka dipotong, mereka dikuliti dan isi perut mereka dikeluarkan. Beberapa sapi tetap berada dalam kesadaran penuh selama keseluruhan proses ini. Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post, seorang pekerja di tempat pembantaian berkata, “Mereka mati satu bagian demi satu bagian.”

    “Waktunya akan tiba yang mana manusia seperti saya akan melihat pembunuhan terhadap hewan seperti mereka melihat pembunuhan terhadap manusia.”  Leonardo da Vinci

      

    babiBABI Dari PETA ‘Pigs Used For Food’

    Banyak orang yang mengenal bagaimana sifat babi sering membandingkan mereka dengan anjing karena mereka sangatlah ramah, setia, dan cerdas. Secara alami, babi sangatlah bersih dan tidak suka mengotori area tempat tinggalnya. Ketika mereka tidak dikurung di pabrik peternakan, babi menghabiskan waktu mereka bermain, berbaring di bawah sinar mentari, dan mengeksplorasi lingkungan mereka dengan indra penciuman mereka yang tajam. Dianggap lebih pintar dari seorang anak berusia 3 tahun oleh para peneliti perilaku hewan, babi adalah hewan yang cerdas.

    Kebanyakan orang jarang berkesempatan berinteraksi dengan hewan yang ramah dan peka ini karena saat ini lebih dari 90 persen babi di Amerika Serikat dibesarkan di pabrik peternakan. Para babi ini menghabiskan seluruh hidupnya di gudang yang padat dan kotor, harus menghadapi tekanan berupa kurungan dan tidak mendapatkan kesempatan untuk memperoleh kehidupan yang alami dan penting bagi mereka.

    Ibu babi menghabiskan hidup mereka yang menderita di sebuah peti kecil yang terlalu sempit bagi mereka bahkan untuk berputar. Mereka dibuat hamil lagi dan lagi sampai badan mereka menyerah dan mereka dikirim ke tempat penyembelihan.

    Anak babi dipisahkan dari ibu mereka setelah hanya beberapa minggu. Ekor mereka dipotong, bagian bawah gigi mereka dipotong dengan tang, dan yang jantan dikebiri. Tidak ada obat penahan sakit yang diberikan untuk memperingan rasa sakit mereka. Kemudian para babi ini menghabiskan seluruh hidup mereka di kandang yang amat sangat padat di atas lempengan kecil pada bangunan beton kotor.

    Ketika tiba saat untuk disembelih, babi dipaksa untuk masuk ke truk pengangkut yang membawa mereka dalam jarak jauh melewati segala kondisi cuaca ekstrim. Banyak yang mati karena panas ketika musim panas atau tiba dalam keadaan beku di dalam truk ketika musim dingin. Berdasarkan laporan, lebih dari 1 juta babi mati dalam perjalanan ini tiap tahunnya, dan sebagai tambahan, 420.000 ekor babi berada dalam keadaan lumpuh saat mereka tiba di tempat penyembelihan.

    Karena metode penyembelihan yang tidak tepat, banyak babi yang masih berada dalam keadaan sadar ketika mereka dilemparkan ke dalam air  yang sangat panas, yang dimaksudkan untuk menghilangkan bulu dan melembutkan kulit mereka.

     

    ayamAYAM Dari PETA ‘Chickens Used For Food’

    Ayam bisa dianggap sebagai hewan yang paling banyak disiksa di planet ini. Di Amerika Serikat, lebih dari 7 miliar ayam dibunuh untuk diambil dagingnya tiap tahun, dan 452 juta ayam betina diternak untuk telur mereka. 99 persen dari binatang ini menghabiskan hidup mereka di kurungan—mulai dari mereka menetas sampai di hari mereka dibunuh.

    Lebih banyak ayam yang dibesarkan dan dibunuh sebagai makanan daripada jumlah seluruh hewan ternak lainnya apabila digabung. Akan tetapi, tidak ada satupun hukum federal yang melindungi ayam dari penyiksaan—walaupun 2/3 masyarakat Amerika berkata mereka mendukung hukum ini.

    Banyak orang tidak menyadari bahwa ayam adalah binatang yang penuh rasa ingin tahu dan menarik, yang secerdas binatang menyusui lainnya seperti kucing, anjing, dan bahkan beberapa primata. Mereka sangat suka berteman dan suka menghabiskan hari-hari mereka bersama, mencari makanan, bermandi debu, bertengger di pohon, dan berbaring di bawah matahari.

    Dr. Chris Evans, pemimpin laboratorium peneliti tingkah laku binatang di Universitas Macquarie, Australia, mengatakan, “Sebagai trik dalam konferensi, terkadang saya menuliskan karakter-karakter [ayam], tanpa memberitahu mereka bahwa saya sedang berbicara mengenai ayam, dan orang-orang berpikir saya sedang berbicara mengenai monyet.”

    Akan tetapi, ayam dibesarkan di pabrik peternakan tiap tahunnya di Amerika Serikat, tidak pernah berkesempatan untuk melakukan hal apapun yang alami dan penting bagi mereka. Anak ayam di pabrik peternakan tidak akan pernah diizinkan untuk melakukan kontak dengan orangtuanya, apalagi dibesarkan oleh mereka. Ayam-ayam ini dirampas haknya untuk bermandi debu, merasakan hangatnya matahari di punggung mereka, bernafas di udara segar, bertengger di pohon, atau membuat sarang.

    Ayam yang dibesarkan untuk diperoleh dagingnya disebut broiler oleh industri peternakan ayam. Mereka menghabiskan seluruh hidup mereka di kandang kotor dengan puluhan ribu unggas lainnya, di mana kurungan yang demikian padatnya seringkali menimbulkan wabah penyakit. Mereka diternak dan diberikan obat agar tumbuh besar dengan sangat cepat sehingga kaki dan organ tubuh mereka tidak dapat mengikuti perkembangannya, menyebabkan serangan jantung, kegagalan kerja organ, dan kelumpuhan. Banyak yang lumpuh karena beban tubuhnya sendiri dan pada akhirnya mati karena mereka tidak dapat menjangkau pipa air. Ketika mereka baru berusia 6 atau 7 minggu, mereka dimasukkan ke dalam kandang dan dikirimkan untuk disembelih.

    Ayam yang dieksploitasi untuk telurnya disebut ayam petelur oleh industri. Mereka dimasukkan ke dalam kandang berkawat di mana mereka bahkan tidak mempunyai ruang yang cukup untuk melebarkan sayap mereka. Karena ayam ini dipadatkan sampai sedemikian rupa, binatang yang biasanya hidup bersih ini terpaksa harus buang air kecil dan buang air besar di atas satu sama lain. Bagian paruh mereka yang sensitif dipotong sehingga mereka tidak akan mematuk satu sama lain karena perasaan frustrasi akibat kurungan yang tidak alami ini. Setelah tubuh mereka kelelahan dan angka produksi mereka menurun, mereka dikirim untuk disembelih, biasanya dibuat menjadi sup ayam atau makanan kucing atau anjing karena daging mereka terlalu memar untuk digunakan pada jenis makanan lainnya.

    Karena anak ayam jantan tidak dapat bertelur dan tidak dipelihara untuk produksi daging yang besar bagi industri, mereka dibunuh. Setiap tahunnya, lebih dari 100 juta anak ayam digiling hidup-hidup atau dilemparkan ke dalam kantong agar mati lemas.

    Ayam dimasukkan ke dalam kandang-kandang kecil dan diantar ke tempat penyembelihan melewati berbagi kondisi cuaca ekstrim. Ratusan dari jutaan ekor ayam sayap dan kakinya patah akibat penanganan yang kasar, dan jutaan lainnya mati karena tekanan yang mereka rasakan selama perjalanan.

    Di tempat penyembelihan, kaki mereka dipaksa untuk disatukan dan dibelenggu, leher mereka dipotong, dan mereka dibenamkan ke dalam air yang sangat panas untuk merontokkan bulu-bulu mereka. Karena mereka tidak dilindungi oleh hukum federal (unggas dibebaskan dari Humane Methods of Slaughter Act/ Hukum Metode Penyembelihan Manusiawi), hampir seluruh ayam masih berada dalam keadaan sadar ketika leher mereka dipotong, dan banyak yang tercuci sampai mati di tangki pembersihan bulu setelah mereka tidak terkena pisau pemotong leher.

    Ingatlah bahwa informasi ini baru sedikit saja menyentuh permukaan dari industri ini, ada banyak binatang lainnya yang menjadi subyek penyiksaan setiap harinya; bebek, angsa, kalkun, kuda, binatang sirkus, tikus, kelinci percobaan, hewan laut, dan masih BANYAK lainnya.

    Setiap kali kamu makan burger, atau sayap ayam, telur atau susu, mengenakan jaket angsa Kanada, atau sepatu boot UGG, kamu berpartisipasi dalam pembunuhan massal yang mendunia. Alasan mengapa sulit bagi saya untuk menuliskan ini adalah karena topik ini begitu menyedihkan hati, tetapi saya berpikir bahwa langkah pertama untuk menghasilkan perubahan yang sesungguhnya di planet ini adalah dengan menciptakan kesadaran. Saya berharap dengan menuliskan ini saya dapat memberi sedikit cahaya bagi isu penting ini, dan orang-orang akan menyadari bahwa mereka mempunyai belas kasih di dalam hati mereka dan mereka akan mampu untuk bergerak menuju gaya hidup yang lebih manusiawi.

    Apabila kamu ingin tahu lebih banyak informasi mengenai hal penting ini, saya menyarankan agar kamu melihat sumber informasi di bawah ini dan juga menonton film dokumenter ‘Earthlings,’ ‘Food Inc,’ dan ‘Vegucated.’ Lihat juga presentasi mengenai 101 Reasons To Go Vegan/ 101 Alasan Untuk Menjadi Vegan.

    Dengan penuh cinta.

    SUMBER

    http://www.peta.org/

    http://www.foodispower.org/slaughterhouse_workers.php

    http://www.lcanimal.org/index.php/campaigns/other-issues/factory-farming

    http://www.gao.gov/new.items/d0596.pdf

     

    SOURCE LINK:

    http://www.collective-evolution.com/2013/03/19/worldwide-genocide/

  • “Kita Hidup Di Masa Yang Paling Penting Dalam Sejarah Alam Semesta” Diskusi Dolores Cannon Mengenai Paradigma Terbaru

    Kita dapat memanggil apa yang saya sebut kekuatan terbesar yang pernah ada, dan ini adalah sumber dari segala pengetahuan

  • Astronot Menemukan Kehidupan Lain di Luar Angkasa – Ilmuwan Memikirkan Bagaimana Itu Mungkin

    Antariksawan Russia telah menemuka bahwa terdapat KEHIDUPAN di luar International Space Station/ Stasiun Angkasa Internasional. Ini adalah organisme hidup pertama yang ditemukan di dalam stasiun angkasa dan para ilmuwan tidak yakin bagaimana ia bisa sampai di sana.