Perang melawan gempuran produk tembakau ini jauh dari selesai, dan kini kita boleh menantikan jenis kanker baru yang dihasilkan oleh produk yang mirip, rokok elektrik.

Rokok elektrik menghasilkan uap aerosol yang sering disalah artikan sebagai vapor. Namun vapor adalah uap air, sedangkan cairan propylen, glycol, gliserin dan nikotin yang terkandung dalam rokok elektrik jika dipanaskan menghasilkan uap aerosol yang mengandung partikel-partikel berbahaya.

Semenjak pertama kali keluar di China tahun 2003, rokok elektrik dipasarkan dengan image bahwa perokok bisa tetap merokok tanpa perlu khawatir lagi akan racun nikotin. Namun WHO tidak menyarankan penggunaan alat ini, dan sampai saat ini tidak ada pernyataan dari badan regulasi yang kompeten bahwa alat ini aman untuk digunakan.

Paru-paru yang ter-ekspos gas aerosol, sangat rentan terkena infeksi bakteri dan menjadi resistan terhadap antibiotik.

Beberapa negara seperti Hungaria, Australia dan Uni Emirat Arab, telah menyatakan penggunaan rokok elektrik adalah illegal (Wikipedia), sementara negara lain masih ada yang mengijinkan jika bahan cairan yang digunakan bebas nikotin. WHO sendiri telah melarang penggunaan Rokok elektrik di tempat umum karena alasan kesehatan dan pencemaran udara (WHO melarang rokok elektrik)

Artikel lainnya

Comments

comments