Sudah 13 tahun berlalu semenjak tragedi 11 September 2001. Namun ternyata masih banyak pertanyaan dan bukti-bukti janggal yang dapat membantah fakta bahwa 2 pesawat dapat meratakan 7 buah bangunan di satu komplek WTC. Lalu siapakah dalang dibalik tragedi 9/11 sebenarnya? apakah benar teroris? atau pemerintah AS sendiri? namun apa motifnya?

Menurut pembuat video ini, tidak ada video dari peristiwa 9/11 yang dapat dipercaya. Bahkan tabrakan pesawat yang menggambarkan menara runtuh. (ahli konstruksi tidak dapat menemukan penjelasan masuk akal untuk gedung yang runtuh seluruhnya secara teratur karena pesawat menabrak dari tengah bangunan)

Pada tanggal 11 September, beberapa jaringan TV AS memberikan pemandangan lokasi gedung WTC yang terbakar di Manhattan. Namun teknik manipulasi gambar telah digunakan terlebih dahulu. Jaringan TV secara proaktif terlibat, untuk menggiring opini publik bahwa perang terhadap teroris diperlukan. Video yang telah diedit tersebut kemudian diputar secara berulang-ulang, diverifikasi ke’aslia’nnya, untuk menekankan keabsahan dari kejadian yang terliput kamera.

Terlihat didalam video amatir, bahwa bukan pesawat yang menabrak gedung, tetapi ada sebuah helikopter yang diasumsikan sedang menggunakan teknologi EMP untuk mengacaukan sinyal. Banyak laporan yang menyatakan sinyal HP, dan sinyal radio pemadam kebakaran tidak berfungsi.

Website yang didedikasikan untuk mereka yang berjuang untuk kejelasan tragedi 9/11, dan sampai sekarang belum ada kejelasannya : http://patriotsquestion911.com/

Tentang EMP / Herf (atau HPM) senjata elektromagnetik, dan bahayanya: http://spectrum.ieee.org/biomedical/devices/the-dawn-of-the-ebomb

Pernyataan Mahatir Mohamad, mantan PM Malaysia : ‘I can believe that they (the United States) would kill 3,000 of their own to have an excuse to kill 650,000 Iraqis. These are the kind of people we are dealing with. Please don’t think this is fiction. – http://www.globalresearch.ca/no-place-for-war-criminals-wars-are-nothing-more-than-legitimised-terror/6994

Jangan mempercayai 100% artikel ini, ataupun juga 100% tidak percaya. Akan tetapi lebih baik apabila kita bisa lebih kritis lagi membaca kejadian-kejadian seperti ini. Bagaimana menurut kamu?

Comments

comments