Alam Semesta kemungkinan berkembang sebagaimana layaknya otak raksasa, menurut sebuah simulasi komputer.

Kita sering mendengar bahwa alam semesta merupakan refleksi dari diri kita sendiri. Ide bahwa alam semesta adalah sebuah otak raksasa sudah dilontarkan oleh ilmuwan sejak lama, akan tetapi dengan bukti-bukti sekarang, mungkin ide tersebut ada benarnya.

Simulasi menunjukkan dari proses ‘big-bang’, partikel-partikel mulai terhubung sebagai jaringan sembari alam semesta tumbuh. Hubungan antar jaringan yang mirip mempunyai perkembangan yang terbatas, sementara yang lain terbentuk seperti jaringan yang lebih besar dan rumit. Ciri ini sangat mirip dengan bagaimana neuron (sel-otak) kita bekerja, seseorang yang lebih mengkhususkan keahliannya pada bidang tertentu memiliki jaringan neuron yang kuat di hanya bagian tertentu otaknya.

Sebuah pertanyaan kemudian terlontar: Jika otak yang mendefinisikan kita sebagai makhluk hidup yang kecil yang tinggal didalam alam semesta, dimana alam semesta bekerja seperti otak kita bekerja. Apakah kita hidup didalam sel otak suatu makhluk lain? Mungkin ya, mungkin juga tidak, tapi pertanyaan ini sangat menarik.

 

Sumber-sumber:

http://www.huffingtonpost.co.uk/2012/11/27/physicists-universe-giant-brain_n_2196346.html
http://www.space.com/18630-universe-grows-like-brain.html
http://www.spiritscienceandmetaphysics.com/we-are-living-in-a-giant-brain-claim-scientists/

Image from: http://sprott.physics.wisc.edu/

Comments

comments